
Bandung, 28 September 2026. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran internasional melalui site visit Zero Waste Academy: Organics Management as Climate Action Course.
Peserta dari Indonesia, Filipina, India, Vietnam, Malaysia, Nepal, Pakistan, dan Uganda hadir untuk belajar secara langsung mengenai praktik pengelolaan sampah organik terpadu di lingkungan Kampus UNPAR.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelatihan internasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi GAIA Asia Pacific, Mother Earth Foundation (MEF), dan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB).
Melalui kunjungan lapangan ini, peserta tidak hanya melihat bagaimana pengelolaan sampah organik diterapkan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, dan melihat praktik keberlanjutan dalam konteks lingkungan kampus.
Pembelajaran tentang keberlanjutan tidak berhenti di ruang kelas. Ia juga hadir melalui pengalaman langsung—melihat praktik, memahami proses, berdiskusi, dan belajar dari apa yang telah dilakukan.
Kehadiran peserta dari berbagai negara juga membuka ruang dialog mengenai bagaimana pengelolaan sampah dan keberlanjutan dapat diterapkan dalam konteks yang berbeda. Setiap tempat memiliki tantangan dan pendekatan masing-masing, namun pengetahuan dan pengalaman dapat terus dibagikan untuk menemukan peluang perubahan yang lebih luas.
Bagi UNPAR, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk membuka ruang belajar dan berbagi praktik, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Karena kampus tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga tempat di mana pengetahuan diterapkan, pengalaman dibagikan, dan dampak dapat dimulai.
UNPAR Berdampak
From Campus Practice to Climate Action.




































